Gunung Karangetang Mengalami 10 Kali Gempa Embusan, Menurut PVMBG

Gunung Karangetang Mengalami 10 Kali Gempa Embusan, Menurut PVMBG


Rabu, 10 April 2024 – 05:41 WIB

Manado – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat 10 kali gempa embusan Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, selama periode 16-31 Maret 2024.

Baca Juga :


Siloam Hospitals Manado Hadirkan Layanan Inseminasi untuk Membantu Pasangan Memiliki Buah Hati

“Terekam juga sebanyak 24 kali gempa hybrid/fase banyak, satu kali gempa vulkanik dangkal, 16 kali gempa vulkanik dalam, dua kali gempa terasa pada skala I MMI dan 95 kali gempa tektonik jauh,” kata Kepala PVMBG Hendra Gunawan dalam laporan aktivitas Gunung Karangetang yang dibagikan Ketua Pos PGA Karangetang Yudia P Tatipang dalam grup percakapan Info Gunung Api Sitaro di Manado, Selasa, 9 April 2024.

Dia mengatakan, secara visual selama periode tersebut umumnya cuaca cerah hingga hujan, gunung api kadang tertutup kabut.

Baca Juga :


BMKG: Kalimantan Diguncang Tujuh Kali Gempa pada 29 Maret-4 April 2024

Luncuran lava pijar terlihat dari puncak kawah Gunung Karangetang.

Pada saat cerah teramati asap kawah putih dengan intensitas sedang hingga tebal, tinggi kolom asap maksimum mencapai 100 meter di atas puncak, angin lemah hingga kencang ke arah selatan, barat daya dan barat.

Baca Juga :


Gempa di Taiwan, 18 Orang Masih Hilang

Kondisi kawah utara teramati asap kawah putih sedang hingga tebal, tinggi sekitar 50 meter di atas puncak, kondisi lainnya belum tampak.

Dari hasil evaluasi, kata Hendra, kondisi visual tidak teramati adanya kejadian guguran/erupsi efusif.

Dari seismisitas, jenis gempa permukaan seperti gempa embusan dan gempa hybrid/fase banyak mendominasi kegempaan di mana kejadian ini merupakan kesetimbangan dari kubah lava di permukaan.

Ilustrasi – Seismograf mencatat getaran gempa.

Dia berharap warga mewaspadai awan panas guguran dimana kubah lava lama masih ada di puncak yang sewaktu waktu dapat rubuh bersamaan dengan keluarnya lava.

“Karakteristik awan panas guguran Gunung Karangetang terjadi dari penumpukan material lava yang gugur atau longsor,” ujarnya.

Gunung Karangetang erupsi efusif pada Februari 2023. Statusnya kemudian dinaikkan menjadi siaga level III setelah peningkatan aktivitas. Saat ini statusnya sudah turun menjadi waspada level II. (ant)

Halaman Selanjutnya

Dari hasil evaluasi, kata Hendra, kondisi visual tidak teramati adanya kejadian guguran/erupsi efusif.

Halaman Selanjutnya



Source link

author

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *