Gus Men Pastikan Tak Ada Kuota Pendamping Lansia untuk Penyelenggaraan Haji 2024

Gus Men Pastikan Tak Ada Kuota Pendamping Lansia untuk Penyelenggaraan Haji 2024

Jumat, 7 Juli 2023 – 13:54 WIB

JEDDAH – Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan operasional haji di Indonesia. Termasuk juga terkait banyaknya permintaan adanya pendamping untuk jemaah lanjut usia atau lansia. Namun untuk pelaksanaan haji 2024, Gus Men sapaan akrabnya memastikan bahwa permintaan terkait kuota pendamping lansia belum bisa dikabulkan.

Baca Juga :


Setjen DPR Sebagai Supporting System Timwas Haji DPR dalam Perbaikan Layanan Haji

Gus Men memahami banyaknya lansia tahun ini yang mencapai 67.000 membuat para petugas dan juga para rombongan jemaah lainnya harus ikut membantu melayani segala kebutuhan para jemaah lansia. Ia bahkan mengapresiasi kerja keras para petugas dan jemaah untuk mensukseskan haji ramah lansia tahun ini.

“Saya paham itu. Jadi saya harus berterima kasih kepada para jemaah. Jemaah Indonesia ini relatif tertib mengikuti aturan yg dibuat baik oleh pemerintah Saudi maupun Indonesia. Saya kira ini baik dan perlu diapresiasi terkait pelayanan. Lansia yang mungkin kurang atau tidak ada pendampingnya di kamar masing-masing. Kita sudah perhitungkan itu dan kita minta semua petugas standby ketika dibutuhkan. Memang secara teknis ini tidak mudah tapi akan lebih sulit lagi jika kemudian kuota pendamping kita berikan,” katanya. 

Baca Juga :


Heboh Jemaah Haji Asal Makassar Dandan Ala Princess di Bandara Jeddah

Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas di Bandara King Abdul Aziz Jeddah

Menurutnya, jika kuota untuk pendamping diberikan justru bisa merusak dan menganggu banyak hal terkait pelaksanaan operasional penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Gus Men ingin, tahun berikutnya penyelenggaraan ibadah haji harus adil sesuai dengan porsi dan urutannya.

Baca Juga :


Jemaah Haji Bawa Pulang Barang Bernilai Lebih dari US$500 Kena Bea Masuk dan Pajak

“Nah ini akan merusak banyak hal mengganggu banyak hal baik sistem antreannya kemudian ada ruang-ruang yang mungkin justru akan merugikan jemaah lain kalau pendamping kita masukkan, pasti jemaah yang akan berangkat dia harus geser karena diambil kuotanya oleh pendamping ini. Kita tidak ingin itu terjadi. Kita inginnya jemaah ini bisa berangkat beribadah dengan cara yang berkeadilan. Adil dalam terjemahan kami ya seperti itu.”

Pihak Kementrian Agama RI pun kata Gus Men sudah saling bertemu dalam pertemuan OKI dengan pihak Menteri Haji Saudi. Sebagai solusi untuk memberikan pelayanan pada jemaah lansia, yakni mengusulkan tambahan kuota untuk petugas dari Indonesia.

Halaman Selanjutnya

“Kami kemarin ketemu dengan Menteri Haji Saudi, Pak Taufik. Saya sampaikan bahwa kuota petugas yang diberikan kepada Indonesia ini masih jauh dari ideal. Karena kalau kita hitung probability-nya 1:50. Satu petugas dibanding 50 jemaah tentu sulit,” kata Gus Men lagi.

img_title



Source link

author

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *