Senin, 17 Juli 2023 – 12:13 WIB
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2023 surplus sebesar US$3,45 miliar. Dengan demikian, neraca perdagangan RI surplus selama 38 bulan berturut-turut.
Sekretaris Utama BPS, Atqo Mardiyanto mengatakan, surplus pada Juni 2023 meningkat tajam bila dibandingkan bulan sebelumnya. Meskipun, lebih rendah bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2022.
“Pada Juni 2023 neraca perdagangan barang kembali mencatat surplus sebesar US$3,45 miliar. Namun, bisa dicatat penurunan impor jauh lebih dalam dibandingkan penurunan ekspor,” kata Atqo dalam konferensi pers, Senin, 17 Juli 2023.
Atqo menjelaskan, surplusnya neraca perdagangan RI itu ditopang oleh surplus komoditas non migas yang sebesar US$4,42 miliar. Penyumbangnya, yakni bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja.
“Surplus perdagangan migas Juni 2023 jauh lebih tinggi dibanding bulan lalu, tetapi lebih rendah dengan Juni 2022,” jelasnya.
Komoditas Migas Alami Defisit