Rabu, 12 Juli 2023 – 15:02 WIB
Jakarta – Cuaca yang kini kian panas dapat memengaruhi populasi dan aktivitas nyamuk Anopheles, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi penularan penyakit malaria.
Nyamuk Anopheles umumnya hidup di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia, terutama di Afrika, Asia, dan Amerika Latin.
Nyamuk Anopheles dapat membawa parasit Plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria pada manusia. Oleh karena itu, bahaya utama yang dikaitkan dengan nyamuk Anopheles adalah penularan penyakit malaria.
Malaria dapat memiliki konsekuensi serius dan bahkan dapat menjadi penyakit yang mengancam jiwa jika tidak diobati dengan tepat.
Melansir CDC, hanya beberapa spesies nyamuk Anopheles yang dapat menyebabkan penularan malaria pada manusia. Terdapat sekitar 3.500 spesies nyamuk yang dikelompokkan menjadi 41 jenis.
Dari sekitar 430 spesies Anopheles, hanya 30-40 yang menularkan malaria (vektor). Sedangkan sisanya jarang menggigit manusia atau tidak dapat mempertahankan perkembangan parasit malaria.
Halaman Selanjutnya
Betina nyamuk Anopheles menggigit manusia untuk mengambil darah yang diperlukan untuk perkembangan telur. Jika nyamuk tersebut sebelumnya telah menggigit orang yang terinfeksi malaria, mereka dapat mentransmisikan parasit Plasmodium ke orang yang mereka gigit selanjutnya.